Nationalgeographic.co.id—Buaya air asin termasuk reptil terbesar yang hidup saat ini. Karnivor mematikan ini dapat tumbuh setidaknya sepanjang 7 meter dan berat lebih dari 1.000 kilogram. Predator ini akan memakan hampir semua yang mereka temukan, termasuk hiu.
Ukuran buaya air asin besar, namun kerabat purba mereka bisa jauh lebih besar lagi. Misalnya saja, Sarcosuchus dari Afrika dan Amerika Selatan dapat mencapai panjang sekitar 11,5 m dan berat hingga 8.000 kg; Deinosuchus dari Amerika Utara dapat mencapai panjang 12 m dan berat lebih dari 8.500 kg; dan Purussaurus dari lembah Amazon dapat mencapai panjang lebih dari 13 m dan berat setidaknya 10.000 kg.
Menariknya, buaya-buaya purba tersebut juga memburu dinosaurus. Buaya pertama kali hidup berdampingan dengan dinosaurus mulai periode Trias (251,9 juta hingga 201,3 juta tahun yang lalu), dan bukti sebelumnya menunjukkan bahwa mereka menganggap beberapa dinosaurus sebagai makanan yang lezat.
Bekas gigitan pada tulang dinosaurus yang telah menjadi fosil (dan dalam satu kasus, gigi yang tertanam di tulang) mengisyaratkan bahwa beberapa buaya memakan dinosaurus, baik dengan memburunya atau memakan sisa-sisanya.
Bekas gigitan yang ditemukan pada fosil menunjukkan bahwa Deinosuchus memangsa dinosaurus seperti hadrosaurus, yaitu dinosaurus berparuh bebek berukuran besar, dan dinosaurus bipedal berukuran sedang yang dikenal sebagai theropoda, kelompok yang mencakup Tyrannosaurus rex dan nenek moyang burung.
Para ilmuwan menduga bahwa Sarcosuchus mungkin juga memangsa dinosaurus besar, sementara Purussaurus memburu mamalia besar seperti hewan pengerat raksasa, serta kura-kura dan ikan. Lantas, bagaimana cara buaya-buaya purba ini memangsa dinosaurus yang berukuran besar?
Cara buaya purba memangsa dinosaurus
Menurut penelitian yang diterbitkan tahun 2014 di jurnal Historical Biology, para peneliti menduga bahwa, seperti buaya modern, reptil purba ini mungkin menggunakan gerakan menggulung (death roll) untuk menghabisi mangsanya.
Gerakan mematikan ini dilakukan dengan cara mencengkeram mangsanya erat-erat dengan menggunakan rahangnya yang kuat, lalu memutar seluruh tubuhnya untuk merobek daging atau melepaskan anggota tubuh mangsa.
Namun, gerakan gulungan maut dapat menghasilkan tekanan yang cukup besar pada tengkorak. Untuk mengetahui apakah buaya purba memiliki tengkorak yang cukup kuat untuk menahan tekanan ini, para peneliti membuat model tengkorak dari 16 spesies buaya modern dan tiga kelompok buaya yang telah punah.
Para peneliti berpendapat bahwa Deinosuchus dan Purussaurus mampu melakukan gerakan berguling mematikan pada dinosaurus dan mamalia besar. Namun, Sarcosuchus yang memiliki moncong lebih panjang dan sempit mungkin tidak mampu melakukannya, karena tekanan pada tengkoraknya mungkin terlalu besar.
Baca Juga: Seberapa Cerdas Otak Dinosaurus Sebenarnya? Sains Ungkap Jawabannya