Istilah Toleransi Berasal Dari Bahasa Inggris

Sifat dan Hakikat Sosiologi Empat sifat dasar sosiologi: 1. Sosiologi bukanlah ilmu pengetahuan alam maupun kerohanian, tetapi yang menjadi pembeda bukanlah metode. 3. Sosiologi mampu mengkaji status dan peranan anggota masyarakat, serta dapat menilai masyarakat atau budaya lain. Evaluasi dapat digunakan untuk menilai keberhasilan pembangunan, dan diidentifikasi kekurangan, kemunduran, atau kemerosotan. Adapun dalam tahap evaluasi diadakan analisis terhadap efek pembangunan. Dalam peran di bidang pembangunan, maka dapat dibedakan atas beberapa tahap yaitu : 1) perencanaan Tahap perencanaan perlu diadakan identifikasi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, misal lapisan sosial, saluran komunikasi, kekuasaan dan sebagainya. Kegunaan Sosiologi Kegunaan Sosiologi dalam Pembangunan Menurut Soerjono Soekanto, proses pembangunan perlu dikaitkan dengan pandangan yang optimis untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Menurut Ogburn dan Nimkoff, suatu perencanaan sosial yang baik dan efektif adalah sebagai berikut: 1) Adanya unsur modern dalam masyarakat yang mencakup suatu sistem ekonomi yang telah menggunakan uang, urbanisasi yang teratur, inteligensia dibidang teknik dan ilmu pengetahuan, dan sistem administrasi yang baik. Arnold Rose: Suatu situasi yang telah berpengaruh kepada sebagian besar masyarakat sehingga mereka yakin bahwa situasi itulah yang membawa kesulitan bagi mereka dan situasi tersebut bisa diubah. Membangun personal branding bagi para pengusaha ataupun tokoh masyarakat. Fokus perhatian Marx pada dua kelas penting : BORJUIS (kelas atas/kapitalis yg memiliki memiliki alat-alat produksi seperti pabrik dan mesin) dan PROLETAR (kelas bawah/ para buruh yg bekerja pada borjuis).

Kegunaan Sosiologi dalam Pemecahan Masalah Sosial Ada dua metode untuk menanggulangi masalah sosial, yaitu metode preventif dan represif. Auguste Comte membagi sosiologi ke dalam dua pendekatan yakni: 1) Statika Sosial: mengkaji tatanan sosial. Peran dan Manfaat Sosiologi dalam pembangunanSumbangan sosiologi sangat besar dalam proses pembangunan. Selain tersebut di atas, sosiologi juga memiliki manfaat sebagai berikut : 1. Sosiologi dapat memberikan pengetahuan tentang pola interaksi yang terjadi dalam masyarakat. Ia banyak mendalami masalah ekonomi, sejarah, dan sosiologi. 3. Bersifat kumulatif (teori-teori sosiologi berasal dari teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas, dan diperhalus 4. Bersifat nonetis (tidak mempersoalkan baik dan buruk tetapi fakta tersebut) 5. Metode Sosiologi Sosiologi memerlukan penelitian sosial, dan untuk melakukan penelitian sosial diperlukan metode ilmiah. Caranya dengan melakukan revolusi (prinsip konflik) kemudian menggantinya dengan system yg lebih menghargai martabat manusia. Salah satu contoh mobilitas sosial yang paling mudah adalah perubahan yang terjadi pada seorang murid yang beranjak menjadi mahasiswa dan kemudian keluar untuk mendapatkan pekerjaan. Gerak mobilitas vertikal artinya perpindahan individu atau obyek sosial dari satu kedudukan sosial yang satu ke kedudukan sosial lainnya dalam posisi yang tidak sederajat. Melainkan pada isi. 2. Sosiologi bukanlah ilmu normatif, tetapi kategoris, artinya membatasi diri pada kejadian dewasa ini, bukanlah kejadian yang terjadi atau seharusnya terjadi.

Situs jejaring social akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Dengan kata lain, mobilitas intragenerasi terjadi pada diri seseorang. Contoh lain dari promosi atau mobilitas naik seperti berikut. Ciri-ciri Sosiologi sebagai ilmu Pengetahuan Menurut Harry M. Johnson yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Bersifat empiris (berdasarkan observasi dan akal sehat, tidak spekulatif) 2. Bersifat teoritis (selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi, dan abstraksi itu merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjelaskan sebab-akibat. Menurut Anthony Giddens, mobilitas sosial adalah gerakan dari orang per orang dan kelompok-kelompok di antara kedudukan-kedudukan sosial ekonomi yang berbeda. Menurut pandangan sosiologi, perencanaan sosial merupakan alat untuk mengetahui perkembangan masyarakat, sehingga hal ini dapat bermanfaat dalam menghimpun kekuatan sosial dalam rangka menciptakan ketertiban masyarakat. Masalah sosial bukan sebuah hal yang patut sering terjadi dalam kehidupan masyarakat. Hal ini berarti perencanaan ke depan yang disusun atas dasar kenyataan faktual dalam masyarakat oleh sosiologi relatif bisa dipercaya. 3) Sosiologi memiliki disiplin ilmiah yang didasarkan atas obyektivitas. 3) Sosiologi merupakan disiplin ilmu yang objektif sehingga pelaksnaan perencanaan sosial diharapakan lebih sedikit penyimpangannya.

Sehingga seseorang yang mempelajari sosiologi dituntut harus banyak membaca buku dan tulisan yang berkaitan dengan pokok bahasan dalam sosiologi itu sendiri. Masalah sosial berkaitan erat dengan struktur sosial masyarakat yang dapat menentukan sesuatu secara normal atau abnormal bagi anggota masyarakatnya. Konsep Realitas Sosial Masyarakat sebagai Sistem Sosial Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu dalam waktu yang cukup lama. Dari pandangannya sebenarnya Weber lazim digolongkan “nominalis” yg lebih percaya bahwa hanya individu-individu sajalah yg riil secara obyektif, dan masyarakat adalah satu nama yg menunjukan pada sekumpulan individu yg menjalin hubungan. Mobilitas sosial adalah sebuah gerak perpindahan dari satu kelas sosial, ke kelas sosial lainnya atau dari strata ke satu ke strata lainnya. Patembayan adalah kelompok sosial yang memiliki ikatan lahiriah, biasanya kurang disertai adanya ikatan batin. Nilai dan Norma Sosial Dalam kehidupan bermasyarakat tidak lepas dari nilai-nilai sosial yang sudah disepakati oleh anggota bermasyarakat. Individu dari kelompok sosial memiliki karakteristik yang sama, seperti minat, nilai etika dan moral, adat istiadat, tradisi, ikatan kekerabatan, etnis, dll. Dengan mengubah nilai dan norma sosial.